SirtanioBeli sekarang

Cara masak

Cara Menyimpan Beras Organik Supaya Nggak Kutuan

Redaksi Sirtanio5 menit baca

Kemasan vakum Beras Merah Organik Seblang Banyuwangi 1 kg berdiri di meja studio, dengan semangkuk beras merah di sampingnya
Isi artikel
  1. Singkatnya
  2. Yang sebenarnya terjadi di dalam wadah beras
  3. Kenapa beras organik lebih gampang kutuan
  4. Wadah, suhu, dan gelap
  5. Kalau mau langsung mematikan telurnya
  6. Beras baru jangan ditumpuk di atas beras lama
  7. Daun salam, bawang putih, dan cabai kering
  8. Kalau berasnya terlanjur berkutu
  9. Beli secukupnya, bukan sebanyak-banyaknya
  10. Pertanyaan yang sering muncul

Kutu beras hampir nggak pernah datang dari luar wadah. Telurnya sudah ada di dalam butir berasnya jauh sebelum berasnya sampai ke dapur kamu.

Itu sebabnya beras yang kelihatan bersih waktu dituang bisa berkutu tiga bulan kemudian tanpa ada yang pernah membuka wadahnya. Yang kamu lihat bukan serangga yang masuk, tapi serangga yang menetas.

Singkatnya

  • Induk kutu beras melubangi butir beras dan bertelur di dalamnya, lalu menutup lubangnya. Telur itu ikut terbawa sampai ke rumah kamu.
  • Yang menentukan telur itu menetas atau nggak adalah suhu dan kelembapan. Hangat dan lembap bikin menetas lebih cepat.
  • Wadah kedap udara di tempat sejuk dan gelap adalah satu-satunya langkah yang efeknya besar. Sisanya pelengkap.
  • Beras baru jangan dituang di atas sisa beras lama. Butir lama yang sudah berisi telur bakal menulari seluruh isi wadahnya.
  • Daun salam dan bawang putih bisa bikin kutu dewasa menjauh, tapi keduanya nggak membunuh telur yang sudah ada di dalam butir.

Yang sebenarnya terjadi di dalam wadah beras

Serangga yang biasa kamu sebut kutu beras itu kumbang kecil berwarna cokelat gelap, panjangnya sekitar dua sampai tiga milimeter, dengan moncong memanjang di depan kepalanya.

Moncong itu alat bor. Induknya melubangi butir beras, menaruh satu telur di dalam lubangnya, lalu menutup lubangnya dengan cairan yang mengeras. Dari luar butir beras tadi kelihatan utuh.

Larva yang menetas makan bagian dalam butirnya, tumbuh di situ, dan baru keluar setelah jadi kumbang dewasa. Jadi urutannya kebalik dari yang biasa dibayangkan: kutu dewasa yang kamu lihat merayap itu bukan yang masuk ke berasmu, tapi yang keluar dari berasmu.

Butir yang berlubang kecil dan terasa ringan waktu dipegang adalah butir yang sudah dipakai. Butir yang mengambang waktu beras dicuci biasanya juga itu.

Kenapa beras organik lebih gampang kutuan

Ini bagian yang jujurnya kurang enak buat kami tulis, dan tetap perlu kamu tahu.

Beras organik nggak diberi perlakuan kimia buat mengusir atau membunuh serangga di penyimpanan. Konsekuensinya langsung: kalau disimpan sembarangan, kutu di beras organik muncul lebih cepat.

Jadi cara simpan bukan pelengkap buat beras organik. Cara simpan itu bagian dari cara pakainya.

Wadah, suhu, dan gelap

Tiga hal ini yang mengerjakan hampir seluruh pekerjaannya.

Pindahkan berasnya ke wadah kedap udara. Wadah plastik bertutup karet atau toples kaca bertutup ulir dua-duanya cukup. Karung atau kantong yang dilipat ujungnya nggak masuk hitungan, karena kumbang dewasa bisa lewat celah yang jauh lebih kecil daripada yang kelihatan.

Taruh di tempat paling sejuk yang ada di dapur kamu. Rak bawah lebih baik daripada rak atas, dan jauh dari kompor lebih baik daripada di sebelahnya. Selisih beberapa derajat mengubah kecepatan telur menetas.

Jauhkan dari cahaya matahari langsung dan dari lembap. Wadah di bawah bak cuci piring itu tempat paling buruk yang tersedia di kebanyakan dapur.

Kalau mau langsung mematikan telurnya

Ada satu langkah yang beneran menghentikan siklusnya sejak awal, dan alatnya sudah ada di rumah kamu.

Masukkan beras ke freezer selama tiga sampai empat hari begitu berasnya sampai, masih di dalam kemasannya, sebelum dipindah ke wadah simpan. Suhu beku selama itu mematikan telur dan larva yang ada di dalam butirnya.

Setelah dikeluarkan, biarkan kemasannya tetap tertutup sampai berasnya kembali ke suhu ruang sebelum dibuka. Kalau dibuka waktu masih dingin, uap air dari udara mengembun di permukaan berasnya, dan beras lembap adalah masalah yang lain lagi.

Buat kemasan satu kilogram cara ini gampang dijalanin. Buat karung lima kilogram, freezer kebanyakan rumah nggak muat, dan di situ wadah kedap udara jadi andalan utamanya.

Beras baru jangan ditumpuk di atas beras lama

Ini kesalahan yang paling sering, dan paling mahal.

Sisa beras di dasar wadah biasanya sudah berumur beberapa bulan, dan justru di situ telur yang sudah menetas paling mungkin ada. Menuang beras baru di atasnya sama dengan menyerahkan beras baru tadi ke koloni yang sudah jalan.

Langkahnya:

  1. Habiskan dulu beras yang ada di wadahnya, sampai benar-benar kosong.
  2. Cuci wadahnya dengan air panas, lalu keringkan sampai betul-betul kering. Wadah yang masih lembap bikin masalah baru.
  3. Baru tuang beras yang baru.

Kalau kamu terpaksa mengisi ulang sebelum habis, pindahkan sisa yang lama ke atas supaya kepakai duluan, jangan dibiarkan mengendap di dasar wadahnya.

Daun salam, bawang putih, dan cabai kering

Ketiganya beneran dipakai turun-temurun, dan ketiganya bekerja di satu bagian saja: aromanya bikin kumbang dewasa cenderung menjauh.

Yang nggak dikerjakan ketiganya: mematikan telur yang sudah ada di dalam butir beras. Jadi kalau berasnya sudah membawa telur dari awal, daun salam di dalam wadah nggak menghentikan apa pun.

Pakai kalau kamu mau, sebagai tambahan di atas wadah kedap udara. Jangan pakai sebagai gantinya.

Kalau berasnya terlanjur berkutu

Berasnya masih aman dimakan setelah kutunya dibersihkan. Yang turun rasanya, dan sebagian butirnya memang sudah kosong di dalam.

Ayak berasnya buat memisahkan kumbang dewasa dan serbuk halus di dasar wadah. Buang butir yang berlubang dan yang mengambang waktu dicuci. Setelah itu, kosongkan dan cuci wadahnya sebelum berasnya dikembalikan, karena telur bisa tertinggal di sela tutup dan sudut wadahnya.

Rasa beras yang sudah lama disimpan memang berubah, dan itu berlaku bahkan tanpa kutu. Penyebabnya dibahas di artikel soal rasa beras merah.

Beli secukupnya, bukan sebanyak-banyaknya

Cara paling sederhana menghindari seluruh urusan di atas adalah memperpendek waktu simpannya.

Beras yang habis dalam sebulan hampir nggak punya kesempatan berkutu, berapa pun suhu dapurnya. Beras yang dibeli buat tiga bulan ke depan punya tiga kali lipat kesempatan itu.

Kemasan satu kilogram yang tertutup rapat lebih masuk akal buat kebanyakan rumah daripada karung besar yang kebuka terus, dan itu juga yang bikin rasanya lebih terjaga. Kelima jenis beras kami dikemas vakum satuan, dan semuanya ada di halaman produk.

Pertanyaan yang sering muncul

Beras di kulkas aman nggak buat disimpan terus? Aman, dan memang memperlambat semuanya. Yang perlu diperhatikan cuma satu: keluarkan secukupnya dan biarkan kembali ke suhu ruang sebelum wadahnya dibuka, supaya nggak ada embun yang masuk.

Kutu di beras merah dan beras putih sama? Serangganya sama. Yang beda cuma seberapa gampang kamu melihatnya, karena warna kumbangnya lebih menyatu di beras berwarna.

Beras yang sudah berkutu masih boleh dimasak? Boleh, setelah diayak dan dicuci. Rasanya turun, jadi kalau jumlahnya banyak lebih baik dipakai buat masakan yang berbumbu kuat.

Menjemur beras di bawah matahari efektif nggak? Panasnya bikin kumbang dewasa keluar dari berasnya, jadi berguna buat memisahkan. Tapi menjemur nggak diandalkan buat mematikan telur di dalam butir, dan beras yang kejemur terlalu lama jadi lebih gampang patah waktu ditanak.