SirtanioBeli sekarang

MPASI

Tepung Beras Merah untuk MPASI: Bikin Sendiri atau Beli

Redaksi Sirtanio6 menit baca

Semangkuk beras merah organik mentah di atas talenan kayu, dengan kemasan Seblang Banyuwangi di belakangnya
Isi artikel
  1. Singkatnya
  2. Kenapa tepung, bukan beras utuh
  3. Cara bikin sendiri: disangrai, lalu digiling
  4. Cara kedua: direndam, dikeringkan, lalu digiling
  5. Kalau beli tepung jadi
  6. Cara masaknya supaya nggak menggumpal
  7. Jadi bikin sendiri atau beli
  8. Pertanyaan yang sering muncul

Resep bubur MPASI pakai tepung beras merah ada banyak, dan hampir nggak ada yang bilang tepungnya dari mana. Padahal itu yang paling menentukan hasilnya. Tepung dari beras baru dan tepung dari beras yang sudah lama kebuka ngasih bubur dengan aroma yang beda.

Artikel ini menjawab tiga hal: cara bikin tepungnya sendiri, apa yang perlu dicek kalau kamu beli jadi, dan cara masaknya supaya nggak menggumpal.

Soal umur berapa beras merah boleh mulai dikenalkan, urutan bahannya, dan porsinya buat anak kamu, itu ranah dokter atau bidan yang memeriksa anak kamu langsung. Ikuti anjuran mereka.

Singkatnya

  • Bikin sendiri butuh sekitar setengah jam dan alatnya cuma wajan, blender atau ulekan, dan saringan.
  • Ada dua cara: disangrai dulu lalu digiling, atau direndam, dikeringkan, lalu digiling. Yang pertama lebih cepat, yang kedua lebih halus.
  • Bikin secukupnya buat seminggu. Tepung beras merah lebih cepat berubah aroma daripada beras utuhnya.
  • Kalau beli jadi, yang dicek: bahannya cuma beras merah, tanggalnya, dan kemasannya rapat.
  • Masaknya: larutkan di air dingin dulu, baru dipanaskan sambil terus diaduk.
  • Soal kapan mulai dan porsinya, ikuti anjuran dokter atau bidan kamu.

Kenapa tepung, bukan beras utuh

Bubur dari beras merah utuh bisa dibikin, dan resepnya sudah ada di artikel resep bubur beras merah. Tepung dipakai karena tiga hal.

Masaknya jauh lebih cepat. Bubur dari beras utuh butuh 35 sampai 45 menit. Bubur dari tepung selesai dalam 5 sampai 10 menit, karena butir berasnya sudah dihancurkan duluan.

Teksturnya halus tanpa disaring. Buat tekstur paling halus, bubur dari beras utuh harus ditekan lewat saringan. Bubur dari tepung yang sudah diayak halus nggak perlu.

Porsi kecil jadi gampang. Dua sendok makan tepung, sekali masak, habis. Nggak ada sisa bubur yang harus disimpan.

Yang dikorbankan cuma satu: tepung lebih cepat berubah aromanya daripada beras utuh, karena lapisan luar butir beras merah yang berminyak sudah pecah dan kena udara. Itu sebabnya jumlahnya dibatasi.

Cara bikin sendiri: disangrai, lalu digiling

Cara yang paling cepat, dan cukup buat kebanyakan keperluan.

  1. Cuci berasnya dua kali dengan tangan terbuka, jangan dikucek, lalu tiriskan sampai airnya nggak menetes lagi. Cara mencucinya ada di artikel cara mencuci beras.
  2. Sangrai di wajan kering tanpa minyak, api kecil, sambil terus diaduk, sekitar 10 sampai 15 menit. Berhenti waktu butir berasnya kering, terasa ringan, dan mulai wangi. Jangan sampai berubah warna jadi kecoklatan.
  3. Dinginkan sampai suhu ruang. Beras yang masih hangat digiling jadi tepung yang lembap dan menggumpal.
  4. Giling sampai halus pakai blender kering, penggiling kopi, atau ulekan. Blender kering biasanya butuh dua tiga putaran, berhenti sebentar di antaranya supaya mesinnya nggak panas.
  5. Ayak pakai saringan kawat rapat. Yang tertinggal di saringan digiling lagi, atau dipakai buat bubur yang teksturnya lebih kasar.

Hasilnya tepung berwarna coklat kemerahan muda, dengan aroma sangrai yang ringan. Simpan di wadah kedap udara, di tempat sejuk dan gelap, dan pakai dalam seminggu.

Cara kedua: direndam, dikeringkan, lalu digiling

Cara yang dipakai turun-temurun buat tepung beras, dan hasilnya lebih halus.

  1. Cuci berasnya, lalu rendam 2 sampai 3 jam dalam air bersih.
  2. Tiriskan, lalu keringkan di atas nampan yang dialasi kain bersih, diangin-anginkan sampai butir berasnya kering betul. Bisa beberapa jam, tergantung udaranya.
  3. Giling dan ayak seperti cara pertama.

Beras yang sudah direndam jadi lebih rapuh, jadi gilingannya lebih halus dan lebih rata. Kekurangannya waktu: cara ini butuh setengah hari, bukan setengah jam. Pastikan berasnya kering betul sebelum digiling, karena tepung yang masih lembap cepat berbau.

Kalau beli tepung jadi

Yang menentukan hasilnya sama persis dengan tepung bikinan sendiri: berasnya, dan seberapa lama tepungnya sudah kebuka.

Tiga hal yang dicek di kemasannya:

  • Bahannya cuma beras merah. Kalau daftar bahannya lebih dari satu, kamu perlu tahu apa saja bahan yang lain, dan soal bahan apa yang boleh buat anak kamu, itu pertanyaan buat dokter atau bidan.
  • Tanggal produksi dan kedaluwarsanya. Tepung beras merah nggak tahan selama tepung beras putih, karena minyak di lapisan luarnya.
  • Kemasannya rapat dan nggak ada gumpalan waktu diraba dari luar. Gumpalan biasanya tanda tepungnya sempat lembap.

Begitu dibuka, cium aromanya. Tepung beras merah yang baik aromanya seperti beras, agak gurih. Kalau aromanya langu atau tengik, itu tepung yang minyaknya sudah berubah, dan buat bubur bayi lebih baik nggak dipakai.

Cara masaknya supaya nggak menggumpal

Ini satu-satunya bagian yang beda dari bubur beras utuh, dan kesalahannya selalu sama: tepung disiram air panas.

  1. Larutkan tepungnya di air dingin atau air suhu ruang dulu, aduk sampai rata dan nggak ada gumpalan. Patokan awal 1 sendok makan tepung : 8 sendok makan air.
  2. Baru panaskan dengan api kecil, sambil terus diaduk. Buburnya mulai mengental dalam beberapa menit.
  3. Masak 5 sampai 10 menit setelah mengental, sambil diaduk, sampai rasa tepung mentahnya hilang.
  4. Cek kekentalannya setelah agak dingin. Bubur tepung beras merah mengental lagi sambil dingin, jadi yang pas di panci sering kekentalan di mangkuk. Encerkan dengan air panas sedikit demi sedikit.

Kalau tepungnya sudah telanjur menggumpal, saring buburnya sekali lewat saringan kawat sambil ditekan pakai punggung sendok. Gumpalannya tertinggal di saringan.

Dari 1 : 8 itu naik atau turun sesuai tekstur yang dianjurkan buat anak kamu. Rentang teksturnya, dari yang paling halus sampai nasi lembek, ada di panduan beras merah untuk MPASI.

Jadi bikin sendiri atau beli

Yang menentukan bukan mana yang lebih sehat, karena isinya sama: beras merah yang dihaluskan. Yang menentukan mana yang kepakai.

Bikin sendiri masuk akal kalau kamu sudah punya berasnya di rumah dan mau tahu persis apa yang masuk ke tepungnya. Beras merah organik Sirtanio dikemas vakum satu kilogram, ditanam tanpa pestisida kimia, dan hasil panennya diuji di laboratorium buat memastikan nggak ada residu kimia yang tertinggal. Beli jadi masuk akal kalau setengah jam itu yang nggak kamu punya, dan tiga hal di kemasannya tadi sudah kamu cek.

Dua-duanya bubur beras merah. Yang lebih penting dari asal tepungnya: buburnya dimasak sampai matang, teksturnya sesuai anjuran, dan berasnya belum lama kebuka.

Pertanyaan yang sering muncul

Tepungnya harus disangrai dulu?

Nggak harus, kalau kamu pakai cara rendam dan keringkan. Sangrai dipakai buat mengeringkan berasnya dengan cepat sebelum digiling, dan sekalian ngasih aroma. Dua-duanya tetap harus dimasak sampai matang waktu jadi bubur.

Bisa pakai blender biasa?

Bisa, asal berasnya kering betul dan wadah blendernya kering. Giling dalam jumlah kecil, dua tiga putaran pendek, lalu ayak. Yang kasar digiling ulang. Blender basah nggak cocok, karena tepungnya jadi lengket di dasar wadah.

Tepung beras merah beda sama tepung beras putih?

Beda di warna, aroma, dan umur simpan. Tepung beras merah dibikin dari beras yang lapisan luar butirnya masih utuh, jadi warnanya kemerahan, aromanya lebih gurih, dan lebih cepat berubah karena lapisan itu berminyak. Cara masaknya sama.