SirtanioBeli sekarang

Perbandingan

Beras Coklat vs Beras Merah: Bedanya di Mana

Redaksi Sirtanio5 menit baca

Empat jenis beras organik mentah disusun berdampingan dalam empat petak: beras merah, beras putih, beras coklat, dan beras hitam
Isi artikel
  1. Singkatnya
  2. Bagian yang sama dari dua-duanya
  3. Beda pertama: varietasnya beda, dan dari situ warnanya datang
  4. Beda kedua, dan ini yang biasanya menentukan: angkanya
  5. Beda ketiga: berapa banyak yang ada di gudang
  6. Cara masaknya sama, dan sama-sama beda dari beras putih
  7. Jadi kamu ambil yang mana

Di rak ada dua kemasan yang warnanya mirip. Yang satu ditulis beras merah, yang satu beras coklat. Dua-duanya bilang organik, dua-duanya bilang beras utuh, dan harganya nggak jauh beda. Bedanya cuma satu kata di label, dan kamu nggak tahu satu kata itu ngaruh ke apa.

Bedanya ada, dan bukan cuma di warnanya. Yang paling menentukan buat kebanyakan pembeli ada di satu angka: beras coklat organik Sirtanio ada di indeks glikemik 64, dan beras merah organik kami di 56.

Singkatnya

  • Dua-duanya beras utuh dan dua-duanya organik. Lapisan luar butir berasnya sama-sama masih nempel.
  • Yang beda varietasnya. Beras coklat kami dari Berlian, varietas lokal Banyuwangi yang cuma bisa ditanam di sini.
  • Angkanya: indeks glikemik beras coklat 64, beras merah 56, di skala 0–100. Makin kecil angkanya, makin bagus.
  • Jujurnya, dua-duanya masuk kategori sedang di skala itu. Selisih delapan angka tadi selisih di dalam satu kategori yang sama.
  • Kalau yang kamu urus gula darah, angka 56 yang lebih ramah, jadi beras merah yang kami sarankan. Kalau kamu mau varietas yang cuma tumbuh di Banyuwangi, beras coklat jawabannya.
  • Cara masaknya sama buat dua-duanya, dan sama-sama beda dari beras putih.

Bagian yang sama dari dua-duanya

Beras putih sudah digiling sampai lapisan kulit ari dan seratnya lepas, jadi yang tersisa tinggal bagian dalam butir berasnya yang gampang menyerap air.

Beras merah dan beras coklat sama-sama masih bawa lapisan itu. Di lapisan itulah warnanya tinggal, serat dan folatnya juga, dan lapisan itu yang secara fisik memperlambat pencernaan karbohidratnya. Soal angkanya sudah kami bahas panjang di artikel indeks glikemik.

Jadi kalau yang kamu cari beras yang lapisan luarnya masih utuh, dua-duanya masuk. Pilihan kamu bukan antara beras utuh dan beras yang sudah dikupas.

Beda pertama: varietasnya beda, dan dari situ warnanya datang

Beras coklat kami berasal dari Berlian, varietas lokal Banyuwangi yang nggak bisa ditanam di daerah lain. Warna coklatnya bukan hasil penggilingan yang setengah jalan, melainkan warna asli lapisan luar varietas itu sendiri.

Beras merah kami datang dari Desa Segobang, dan nama desanya sendiri sudah menjelaskan berasnya. Sego berarti nasi, abang berarti merah.

Dua-duanya ditanam 205 petani mitra kami di 13 kecamatan Banyuwangi tanpa pestisida kimia, lalu digiling dan dikemas di pabrik kami sendiri di Singojuruh. Sawahnya beda, aturannya sama.

Beda kedua, dan ini yang biasanya menentukan: angkanya

Indeks glikemik mengukur seberapa cepat karbohidrat di dalam sebuah makanan dipecah jadi gula darah. Patokannya glukosa murni, yang nilainya 100. Makin kecil angka sebuah beras, makin pelan karbohidratnya dicerna, jadi gula darahnya naik lebih landai.

Dari hasil uji lab Indeks glikemik Masuk kategori
Beras merah organik 56 sedang, di ujung paling bawah
Beras coklat organik, varietas Berlian 64 sedang

Satu hal yang perlu diluruskan biar kamu nggak salah baca tabel di atas: dua-duanya sama-sama kategori sedang. Batas kategori rendah ada di 55, dan nggak ada satu pun dari dua beras ini yang lewat batas itu. Selisih delapan angka tadi selisih di dalam satu kategori yang sama.

Yang lebih berguna buat kamu bukan nama kategorinya, tapi posisi angkanya di skala tadi. 56 dan 64 dari 100, jadi dua-duanya ada di kisaran separuh sampai dua pertiga dari patokan glukosa murni.

Dan kalau yang kamu urus memang gula darah, angka 56 itu yang lebih ramah. Buat keperluan itu, beras merah Sirtanio yang kami sarankan.

Beda ketiga: berapa banyak yang ada di gudang

Dari seluruh panen kami setahun, beras merah 70% dan beras coklat 8%.

Angka itu kelihatannya urusan kami, bukan urusan kamu, tapi efeknya kerasa waktu kamu mau beli lagi bulan depan. Beras merah yang paling banyak kami tanam, jadi itu juga yang paling gampang dicari ulang, baik di toko maupun di marketplace.

Beras coklat jumlahnya jauh lebih sedikit daripada beras merah. Kalau beras coklat memang yang kamu mau, ambil begitu ketemu.

Cara masaknya sama, dan sama-sama beda dari beras putih

Karena lapisan luar butir berasnya sama-sama masih utuh, dua-duanya menyerap air lebih lambat daripada beras putih. Perlakuannya sama:

  1. Bilas berasnya dua kali, jangan dikucek. Cukup diaduk pelan pakai tangan sambil airnya dibuang, lalu ganti air dan ulangi sekali lagi.
  2. Tambahkan air sekitar seperempat lebih banyak daripada takaran air yang biasa kamu pakai buat masak beras putih.
  3. Masak seperti biasa, tanpa tombol khusus.
  4. Diamkan 10 menit setelah rice cooker pindah ke warm, baru nasinya diaduk.

Kalau hasilnya masih keras, penyebabnya hampir selalu air yang kurang banyak atau waktu masak yang kurang lama, dan dua-duanya sudah kami bahas step by step di artikel cara masak beras merah. Cara yang sama berlaku buat beras coklat.

Jadi kamu ambil yang mana

Ambil beras merah kalau:

  • Yang lagi kamu jaga adalah gula darah, dan kamu mau angka indeks glikemik paling rendah di antara dua beras ini.
  • Kamu mau beras yang gampang dicari ulang tiap bulan.
  • Kamu butuh folatnya. Folat itu salah satu vitamin B, yang dipakai badan buat bikin sel darah merah dan sel-sel baru. Beras merah kami mengandung 208,8 mikrogram per 100 gram, sekitar setengah dari Angka Kecukupan Gizi harian orang dewasa yang ada di 400 mikrogram.

Ambil beras coklat kalau:

  • Kamu mau beras utuh dari varietas yang cuma tumbuh di Banyuwangi, dan itu memang bagian yang menarik buat kamu.
  • Kamu sudah lama makan beras merah dan mau nyoba beras utuh yang lain tanpa balik ke beras putih.
  • Kamu lagi mau nyoba satu-satu isi rak sebelum memutuskan mana yang dipakai seterusnya.

Nggak ada yang salah dari dua-duanya. Dua-duanya beras utuh, dua-duanya ditanam tanpa pestisida kimia di sawah yang sama, dan yang beneran membedakan cuma alasan kamu beli.

Kalau yang kamu bandingkan justru beras merah dengan beras putih, atau dengan beras porang, dua-duanya sudah ada artikelnya sendiri: beras merah vs beras putih dan beras merah vs beras porang.

Kalau pola makan kamu lagi diatur bareng dokter atau ahli gizi, angka-angka di artikel ini bahan diskusi, dan bukan pengganti diskusinya. Kami produsen beras organik. Urusan takaran harian dan kondisi tubuh kamu bukan wilayah yang pantas kami tebak dari sini.

Sumber angka di artikel ini