SirtanioBeli sekarang

Perbandingan

Beras Merah vs Beras Putih: Yang Sebenarnya Berbeda

Redaksi Sirtanio5 menit baca

Kemasan vakum beras organik Sirtanio satu kilogram tersusun berjajar
Isi artikel
  1. Singkatnya
  2. Satu lapisan, dan semuanya berangkat dari situ
  3. Yang ada di dalam lapisan itu
  4. Kecepatan cernanya
  5. Kalorinya, dan dari mana selisihnya datang
  6. Cara masaknya beda, dan ini yang paling kerasa sehari-hari
  7. Jadi pilih yang mana
  8. Pertanyaan yang sering muncul

Dua-duanya padi. Sering malah dari sawah yang sama. Yang bikin beda cuma satu langkah di penggilingan, dan dari langkah itu semuanya mengikuti: warnanya, teksturnya, cara masaknya, sampai seberapa cepat dicerna badan.

Artikel ini ngebahas bedanya satu per satu, dan di bagian akhir ada patokan buat milih mana yang cocok buat kamu. Bukan buat nentuin mana yang menang, soalnya dua-duanya punya tempatnya sendiri.

Singkatnya

  • Bedanya ada di lapisan luar butir beras. Beras putih sudah digiling sampai lapisan itu lepas, beras merah masih bawa.
  • Di lapisan itulah serat, folat, dan warna merahnya berada.
  • Beras merah dicerna lebih pelan, jadi gula darahnya naik lebih landai. Indeks glikemik beras merah organik kami 56 dari skala 0–100.
  • Nasi merah kalorinya lebih rendah, 149 lawan 180 per 100 gram. Berasnya sendiri hampir sama; selisihnya datang dari air yang diserap nasinya.
  • Beras merah butuh air lebih banyak dan waktu masak lebih lama.
  • Beras putih tetap pilihan yang masuk akal, terutama kalau seisi rumah belum terbiasa.

Satu lapisan, dan semuanya berangkat dari situ

Butir padi yang baru dipanen punya beberapa lapisan. Setelah kulit terluarnya dibuang, yang tersisa masih punya satu lapisan tipis yang nempel di permukaan butirnya.

Beras merah berhenti di tahap itu. Lapisannya dibiarkan, dan lapisan itulah yang bikin warnanya kemerahan.

Beras putih digiling terus sampai lapisan itu lepas dan yang tersisa tinggal bagian dalam butirnya, yang warnanya putih.

Itu satu-satunya perbedaan mendasar. Semua beda yang lain di bawah ini turunannya.

Yang ada di dalam lapisan itu

Lapisan luar butir beras itu bukan cuma kulit. Di situ ada serat, dan di situ juga folat beras merah berada.

Folat itu nama lain vitamin B9. Badan pakai folat buat bikin sel-sel baru, dan badan nggak bisa memproduksinya sendiri, jadi satu-satunya jalan masuk lewat makanan. Namanya sendiri dari bahasa Latin folium, artinya daun, karena paling banyak ditemukan di sayuran berdaun hijau.

Beras merah organik kami mengandung folat 208,8 mikrogram per 100 gram, kira-kira setengah dari angka acuan harian 400 mikrogram.

Waktu lapisan itu dilepas di penggilingan, yang ada di dalamnya ikut lepas. Itu sebabnya beras putih dan beras merah dari sawah yang sama bisa punya isi yang beda.

Kecepatan cernanya

Lapisan luar yang masih utuh itu bikin karbohidrat di dalam butirnya butuh waktu lebih lama buat dipecah badan.

Ukurannya namanya indeks glikemik, skalanya 0 sampai 100, dan makin kecil angkanya makin lambat karbohidratnya dicerna. Beras merah organik kami ada di angka 56.

Sebagai gambaran umum, beras yang lapisannya sudah dilepas waktu digiling duduk lebih tinggi di skala itu, dan itu berlaku buat beras apa pun, merek mana pun. Bukan soal mereknya, tapi soal prosesnya.

Cara baca angkanya lebih lengkap, termasuk kenapa 56 itu belum masuk kategori rendah, sudah kami bahas di artikel indeks glikemik.

Kalorinya, dan dari mana selisihnya datang

Nasi merah memang lebih rendah kalorinya. Tapi bukan sebesar yang biasanya dikira, dan bukan karena berasnya lebih ringan.

Kalau ditimbang dalam keadaan masih beras mentah, keduanya hampir sama: sekitar 360 kalori per 100 gram buat beras merah, dan 358 buat beras putih, menurut Tabel Komposisi Pangan Indonesia.

Kalau ditimbang setelah jadi nasi, baru beda: sekitar 149 kalori per 100 gram buat nasi merah, dan 180 buat nasi putih. Selisih itu datangnya dari air, bukan dari berasnya.

Padahal air kalorinya nol, terus kenapa bisa ngaruh? Karena nasi merah menyerap air lebih banyak waktu dimasak. Dalam 100 gram nasi merah, isi berasnya jadi lebih sedikit dan airnya lebih banyak.

Dan di rumah nasi ditakar pakai centong, bukan timbangan. Sekali nambah centong, selisih kalori tadi habis. Kalau yang kamu urus berat badan, yang menentukan tetap porsinya, dan itu sudah kami bahas di artikel apakah beras merah bikin gemuk.

Cara masaknya beda, dan ini yang paling kerasa sehari-hari

Lapisan yang masih utuh tadi agak tahan air. Airnya butuh waktu lebih lama buat masuk sampai ke tengah butir.

Praktisnya: beras merah butuh air lebih banyak dan waktu masak lebih lama. Patokan gampangnya tambah sekitar seperempat lebih banyak air dari takaran yang biasa kamu pakai buat masak beras putih.

Ini juga alasan nomor satu orang berhenti makan beras merah. Percobaan pertama kerasa keras, terus berasnya nganggur di rak. Padahal yang keliru biasanya cuma airnya kurang. Langkah lengkapnya ada di artikel kenapa beras merah sering keras, dan kalau kamu masak pakai magic com paling standar, langkahnya ada di artikel cara masak beras merah di rice cooker.

Rasanya juga beda. Nasi merah rasanya lebih gurih dan sedikit bertekstur, nasi putih lebih netral. Yang netral itu justru kelebihan kalau lauknya kuat rasanya.

Jadi pilih yang mana

Nggak ada jawaban tunggal, dan dua-duanya kami tanam dengan cara yang sama.

Satu hal yang perlu dihitung juga: beras merah harganya lebih tinggi per kilo, dan alasannya sudah kami rinci di artikel kenapa beras merah lebih mahal.

Ambil beras merah kalau kamu lagi ngatur gula darah atau berat badan, atau kamu mau butiran utuh dengan serat dan folat yang masih di tempatnya. Beras merah organik Sirtanio indeks glikemiknya 56, teksturnya pulen, dan asalnya dari Desa Segobang, yang namanya sendiri artinya nasi merah.

Ambil beras putih kalau seisi rumah belum terbiasa sama tekstur nasi merah, atau kamu mau nasi netral yang cocok buat lauk apa pun tanpa mengubah cara masak sama sekali. Beras putih organik Sirtanio ditanam 205 petani mitra yang sama di Banyuwangi tanpa pestisida kimia, dan hasil panennya diuji laboratorium buat memastikan nggak ada residu kimia yang tertinggal.

Atau ambil dua-duanya dan dicampur. Ini yang paling sering dilakukan orang yang lagi pindah, dan yang paling gampang bertahan lama. Mulai dari perbandingan kecil, misalnya satu bagian beras merah buat tiga bagian beras putih, lalu naikkan pelan-pelan tiap beberapa minggu.

Yang penting bukan seberapa cepat kamu pindah total, tapi apakah berasnya kepakai.

Pertanyaan yang sering muncul

Beras merah dan beras coklat itu sama?

Beda, walaupun sering ketuker. Bedanya, termasuk indeks glikemiknya masing-masing, ada di artikel beras coklat vs beras merah.

Beras putih organik bedanya apa sama beras putih biasa?

Yang beda cara tanamnya, bukan bentuk butirnya. Beras putih organik kami ditanam tanpa pestisida kimia dan hasil panennya diuji laboratorium buat memastikan nggak ada residu kimia yang tertinggal.

Kalau dicampur, masaknya gimana?

Dimasak barengan setelah dicuci bareng, dan takaran airnya ikut yang beras merah, jadi tetap lebih banyak dari biasanya. Kalau porsi beras merahnya masih kecil, tambahan airnya juga kecil.