SirtanioBeli sekarang

Indeks glikemik

Serat dalam Beras: Kenapa Angkanya Beda Jauh

Redaksi Sirtanio5 menit baca

Lima sendok kayu berisi beras putih, beras hitam, beras merah, beras coklat, dan beras melik di atas latar putih, dengan tangkai padi kering di sampingnya
Isi artikel
  1. Singkatnya
  2. Serat di beras itu tinggal di mana
  3. Angka dari satu tabel, supaya bisa dibandingkan
  4. Kenapa tabel yang berbeda ngasih angka yang berbeda
  5. Yang lebih berguna daripada mengejar angka pastinya
  6. Serat sendiri itu apa, dan kenapa dihitung
  7. Pertanyaan yang sering muncul

Cari angka kandungan serat beras merah, dan kamu bakal dapat jawaban yang beda jauh satu sama lain. Ada yang menyebut di bawah satu gram, ada yang menyebut sekitar dua, ada yang menyebut hampir empat.

Ketiganya bisa sama-sama benar. Yang membedakan bukan berasnya, tapi apa yang sedang ditimbang waktu angkanya diambil.

Singkatnya

  • Beras mentah dan nasi matang itu dua hal berbeda waktu ditimbang. Nasi isinya sebagian besar air, jadi angka apa pun per 100 gram jadi lebih kecil.
  • Beras yang lapisan luarnya masih utuh punya serat jauh lebih banyak daripada beras yang sudah digiling habis, karena seratnya memang tinggal di lapisan itu.
  • Tabel gizi yang berbeda memakai sampel dan metode analisis yang berbeda, dan sebagian entri disusun dari analisis puluhan tahun lalu.
  • Jangan pernah membandingkan dua angka dari dua tabel berbeda. Selisih yang kamu dapat bisa datang dari metodenya, bukan dari berasnya.
  • Kalau kamu cuma mau satu patokan praktis: makin sedikit lapisan luar yang dilepas waktu digiling, makin banyak serat yang tersisa.

Serat di beras itu tinggal di mana

Butir padi punya bagian dalam yang isinya hampir seluruhnya pati, dan lapisan luar yang membungkusnya. Lapisan luar itu yang membawa serat, dan sebagian besar mineral serta vitaminnya juga di situ.

Waktu padi digiling, lapisan luar itu yang pertama dilepas. Jadi seberapa banyak serat yang tersisa di berasmu ditentukan oleh seberapa jauh proses penggilingan tadi dijalankan.

Beras merah, beras coklat, dan beras hitam berhenti sebelum lapisannya lepas semua. Itu sebabnya ketiganya butuh air dan waktu masak lebih banyak, dan itu sebabnya juga angka seratnya beda.

Angka dari satu tabel, supaya bisa dibandingkan

Berikut angka serat dari USDA FoodData Central, diambil semuanya dari tabel yang sama supaya perbandingannya berarti.

per 100 gram serat air
Beras utuh, mentah 3,6 g 11,8 g
Nasi dari beras utuh 1,6 g 70,3 g
Beras giling, mentah 1,3 g 11,6 g
Nasi dari beras giling 0,4 g 68,4 g

Dua pola langsung kelihatan.

Pertama, beras utuh membawa sekitar tiga kali lipat serat dibanding beras yang sudah digiling habis, waktu dua-duanya ditimbang mentah. Selisih itu persis sebesar lapisan yang dilepas atau nggak dilepas waktu digiling.

Kedua, angka mana pun turun banyak begitu berasnya jadi nasi. Bukan karena seratnya hilang, tapi karena berasnya menyerap air. Lihat kolom airnya: dari sekitar 12 gram jadi sekitar 70 gram per 100 gram. Isi 100 gram nasi sebagian besar air, jadi beras yang sebenarnya di dalamnya lebih sedikit.

Satu catatan penting soal tabel di atas: yang disebut brown rice di tabel USDA adalah beras yang lapisan luarnya masih utuh, dari varietas yang ditanam di sana. Itu bukan pengukuran atas beras merah Indonesia, dan bedanya beras merah dengan beras coklat sendiri sudah dibahas di artikel perbandingannya. Angka di atas menggambarkan selisih antara beras utuh dan beras giling, bukan angka resmi buat satu merek.

Kenapa tabel yang berbeda ngasih angka yang berbeda

Ini bagian yang paling sering bikin bingung, dan penyebabnya masuk akal begitu disebut.

Sampelnya beda. Serat di beras dipengaruhi varietas, tanah, dan seberapa jauh berasnya digiling. Dua sampel beras utuh dari dua negara nggak harus sama.

Metodenya beda. Ada lebih dari satu cara mengukur serat pangan di laboratorium, dan hasilnya nggak selalu sepadan.

Umur analisisnya beda. Sebagian entri di tabel gizi nasional mana pun disusun dari analisis yang dikerjakan puluhan tahun lalu, dan angkanya diteruskan apa adanya ke edisi berikutnya.

Jadi patokan yang aman cuma satu: kalau kamu mau membandingkan dua beras, ambil dua angkanya dari tabel yang sama. Menggabungkan angka dari dua sumber berbeda bisa menghasilkan selisih yang sebenarnya nggak ada.

Yang lebih berguna daripada mengejar angka pastinya

Buat urusan belanja sehari-hari, angka desimalnya bukan bagian yang menentukan. Yang menentukan cuma satu pertanyaan: lapisan luar berasnya masih ada atau sudah dilepas?

Kalau masih ada, berasnya berwarna, butuh air lebih banyak, dan butuh waktu masak lebih lama. Beras Merah Organik Sirtanio digiling dengan lapisan itu dibiarkan utuh, dan tiga hal tadi memang berlaku di dapur.

Kalau sudah dilepas, berasnya putih, cepat matang, dan rasanya netral. Beras putih organik kami ada di kelompok itu, dan buat banyak rumah beras putih memang jawaban yang benar untuk pertanyaan yang berbeda. Bedanya dibahas lengkap di beras merah vs beras putih.

Serat sendiri itu apa, dan kenapa dihitung

Serat adalah bagian dari tumbuhan yang nggak dicerna usus kamu jadi gula. Dia lewat sebagian besar utuh.

Justru karena nggak dicerna, dia menambah volume di saluran cerna dan bikin isi lambung bergerak lebih pelan. Efek yang paling langsung kamu rasakan: makanan berserat bikin kenyangnya bertahan lebih lama daripada makanan dengan jumlah kalori sama tanpa serat.

Serat juga alasan kenapa beras utuh dicerna lebih pelan, dan itu bersambung langsung ke angka indeks glikemiknya. Kalau yang kamu urus memang gula darah, artikel soal itu membahasnya lebih lengkap.

Pertanyaan yang sering muncul

Kalau nasinya saya bikin lebih banyak air, seratnya berkurang? Nggak. Jumlah serat di berasnya tetap. Yang berubah cuma angka per 100 gram, karena porsi yang sama isinya lebih banyak air.

Beras merah dan beras hitam, mana yang seratnya lebih banyak? Dua-duanya beras utuh, jadi dua-duanya di kelompok yang sama. Selisih antar varietas jauh lebih kecil daripada selisih antara beras utuh dan beras giling.

Menambah dedak atau katul ke nasi putih hasilnya sama nggak? Secara jumlah serat bisa mendekati, tapi teksturnya beda jauh dan takarannya susah dipas-pasin sendiri. Lebih gampang mengganti sebagian berasnya.

Apa mencuci beras sampai bersih ngurangin seratnya? Kucekan yang keras bisa ngikis sebagian lapisan luar beras utuh. Cuci dua kali putaran dengan tangan terbuka sudah cukup, dan airnya memang bakal tetap agak keruh.

Sumber angka di artikel ini